Kamis, 26 Februari 2009

Sweet Memories for Children


Haikal Mustafa Morning : 07.00 - 09.00 wib

allow.... Assalamu'alaikum

anggi amarast berhalangan.. dan haikal nyambung trusssssssss...

semoga kegantengan ini semakin bertambah.. beriringan dengan bertambahnya jam siaran... wakakakaka.. narsis boy...

sukses dah buat yang sedang sidang skripsi.... jangan lupa makan-makannya..!!!

apapun nilainya yang penting makan-makan..... huahahahahahaha..

senangnya bisa di program Oldist..

hue-he he he..

walaupun belom ganti baju... tapi udah mandi..... weeeeeee...

info yang disajikan pagi ini all about kid...

let's  see..

Hadapi Kematian : Bocah 9 Dan 7 Tahun Menikah
Jayla Cooper dan Jose Grigss



Hidup Jayla Cooper, 9, tinggal menghitung pekan, karena penyakit leukemia yang menggerogoti tubuh mungilnya. Namun gadis cilik itu menghadapi kematian secara luar biasa. Ia menikahi bocah pengidap penyakit yang sama.

Jayla menikahi Jose Grigss, yang dua tahun lebih muda, Minggu (22/2). Mungkin banyak yang mempertanyakan keputusan dua bocah itu . Namun, menilik latar belakang kehidupan mereka, orang akan melihat alasan yang tragis. Jayla dan Jose mencoba mencecap sedikit kebahagiaan sebelum ajal datang.

Pernikahan Jayla dan Jose berlangsung Minggu (22/2) di Grapevine, Texas. Rencana pernikahan ini disusun dalam waktu kurang dari satu minggu. Pernikahan berlangsung khidmat. Pengantin perempuan yang berpakaian putih-putih berjalan di sepanjang altar, menghampiri pengantin pria menunggunya.
Jayla didampingi ibunya, Jerrod Cooper.

Saat berdiri berdampingan, keduanya pun resmi dinyatakan sebagai “teman untuk selamanya”. Detik-detik ini cukup mengharukan bagi Jayla, setelah ia diberitahu hidupnya tinggal beberapa minggu lagi. Pernikahan ini menjadi perayaan kehidupan dan persahabatan di antara keduanya.

“Saya mencintainya dan momen ini penting artinya bagi saya. Ini merupakan hal yang tidak ingin terlewatkan begitu saja atau hanya bisa dibayangkan,” ujar Jayla bahagia.

Baik Jayla dan Jose didiagnosa menderita leukemia dua tahun yang lalu. Keduanya sering bertemu saat menjalani pengobatan di Rumah Sakit Medis Anak-Anak di Dallas. Kondisi Jose lebih baik dibanding Jayla, ia berangsur-angsur membaik. Sedangkan Jayla tidak.

“Kami tidak pernah menyangka akan menikahkan Jayla di usianya yang masih menginjak sembilan tahun. Namun ia mengajarkan pada kami bagaimana cara mencintai satu sama lain dan tabah dalam menghadapi apapun,” ujar Lisa.

Kedua keluarga mempelai dan rekan-rekannya larut dalam pesta perayaan pernikahan Jayla dan Jose. 

“Jose mengerti apa yang akan terjadi. Ia tahu Jayla akan pergi ke tempat yang lebih baik,” ungkap Charla Griggs, ibu Jose.

Orangtua Jose mengaku senang memiliki menantu seperti Jayla, karena ia ikut menyemangati Jose dalam proses penyembuhannya. 

“Jayla bisa membawa perubahan dan membuka diri Jose. Sesuatu yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Ia kini menjadi sosok yang cerah, bahagia dan bisa menerima keadaan,” timpal Lawrence Griggs, ayah Jose.

Mengingat waktu Jayla tinggal sebentar lagi, pihak keluarga berusaha menikmati setiap menit bersamanya. Orangtua Jayla berusaha memenuhi segala keinginannya. 

“Saya akan memberikannya dan terus memberikannya. Saya tidak tahu apa lagi yang bisa saya lakukan untuknya. Ia baru berusia sembilan tahun,” ujar Lisa berkaca-kaca.

Lisa mengaku tak tahu bagaimana perasaannya saat ini. Di satu sisi ia bahagia, namun di sisi lain ia sangat sedih karena sebentar lagi putrinya akan pergi untuk selama-lamanya. Sehingga ia akan manfaatkan waktu yang tersisa. Tak ketinggalan ia berpesan pada para orangtua dimanapun berada.

“Tunjukkan pada anak-anak, Anda mencintai mereka setiap saat dalam hidup ini. Karena Anda tidak akan tahu apa yang akan terjadi kemudian,” ujar Lisa.

Para orangtua akan mengantar Jose dan Jayla ke Great Wolf Lodge untuk berbulan madu.

Astaga, Anak Usia 3 Tahun Dirawat Anjing

Seorang anak perempuan berusia tiga tahun di Rusia dirawat anjing peliharaannya karena sang ibu menelantarkan anak tersebut. Ketika ditemukan para pekerja sosial, anak itu dalam keadaan tanpa baju sambil merangkak dan menggigit tulang bersama anjing-anjing peliharaan ibunya.

Menurut Daily Mail, Rabu (25/2), media massa di Rusia melaporkan bahwa anak yang diberi nama Madina ini hanya tahu dua kata: 'ya' dan 'tidak'. Ia juga menggeram seperti anjing ketika ada orang mendekatinya.

Madina yang tinggal di Ufa, Rusia, kabarnya dikucilkan anak-anak di lingkungannya. Menurut keterangan polisi, ibu Madina yang berusia 23 tahun sering menelantarkan Madina. Ibu Madina sering menghilang dan tak bisa merawat anaknya karena sering mabuk.

"Anak itu seperti bidadari, tetapi ia tidak mendapat cinta dan kasih sayang kecuali dari anjing-anjing itu," ujar salah seorang pekerja sosial Rusia. 

"Ketika ibunya marah, ia biasanya meninggalkan rumah. Namun, tidak ada anak-anak yang mau bermain dengannya di tempat bermain," tulis sebuah harian di Rusia. 

"Ia tidak mengetahui satu kata pun dan berkelahi dengan semua anak. Jadi, anjing-anjing menjadi teman baiknya. Ia bermain dengan anjing-anjing tersebut dan tidur dengan anjing-anjing itu ketika cuaca dingin di musim dingin," lanjut harian di Rusia tersebut.

Menurut keterangan tetangga Madina, ayah Madina pergi setelah Madina lahir. Akibatnya, ibu Madina sering mabuk-mabukan. Ibu Madina kerap mengundang teman-temannya untuk mabuk di rumahnya, sementara Madina ditelantarkan.

Ketika polisi datang mengambil anaknya untuk dirawat, ibu Madina dikabarkan mengatakan, "Saya sudah merawat anak saya."

Pihak medis setempat mengatakan bahwa kondisi Madina secara fisik dan mental sehat, meski ada kendala saat berkomunikasi.

sumber : www.rileks.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar