Rabu, 25 Februari 2009

Sweet Memories hari KAMIS


huaa....aaghh...hari ni beraaatt bgt... berat apanya?? idung gw yg beratt..hehe... flu masih aja mampir dan nongkrong di idung yg pesek ini...

yeeaahh..tapi itu bukan masalah... tetap semangaaattt menemani ninetyners semua... nemani sarapan, nemani mandi (upss...nungguin diluar aja ya?? hihihi..) truss.. nemani otw..nyampe kantorr... aditha baik yah??

GOOD MORNING every badeehh...

First Single for u.. ANDY KIM, Baby I love you... ninetyners I LOph u dah...

..............nanana.............. (bukan nana surya ya)

------------------------------------------------------------------------------------ditha

Informasi pertama, terburuk untuk anda yg ketergantungan dengan premium :

 - WAH... HARGA PREMIUM NAIK LAGI.....

Rabu, 25 Februari 2009 | 08:05 WIB
Laporan wartawan Gentur Putro Jati


Pemerintah memberi sinyal kemungkinan akan menaikkan harga premium per 15 Maret mendatang.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro mengatakan, salah satu indikasinya adalah harga produk premium RON 88 di pasar internasional per 24 Februari kemarin berada pada level Rp 5.900 per liter. Harga tersebut selisih Rp 1.400 per liter dari harga jual premium bersubsidi saat ini, yaitu Rp 4.500 per liter yang berlaku sejak 15 Januari 2009.

"Perkiraan kami akan ada peningkatan harga premium di pasar internasional. Belakangan harga pasar sudah berada di atas harga eceran kita. Artinya apa, anomali suplai lebih banyak daripada demand yang mengakibatkan harga produk premium rendah sudah hilang dan pasar produk premium sudah mulai normal," kata Purnomo dalam Rapat Panitia Hak Angket BBM DPR, Rabu (25/2).

Sebelumnya, anggota Panitia Hak Angket BBM Abdullah Azwar Anas mempertanyakan mengapa pemerintah sampai memperoleh keuntungan dari penjualan premium di bulan Desember dan Januari. "Menerima keuntungan dari berjualan BBM bersubsidi artinya pemerintah menyalahi Undang-Undang APBN," kata Anas.

Namun, Purnomo menjelaskan bahwa subsidi BBM berlaku selama satu tahun anggaran berjalan. Surplus penerimaan premium yang terjadi dua bulan belakangan, menurutnya, bukan berarti akan terjadi juga pada bulan mendatang.

"Kalau mau membuat perhitungan harga BBM bersubsidi yang ideal harusnya melihat juga harga pasar produk BBM, terutama pasar Premium 88. Jangan hanya harga crude saja seperti pengamat-pengamat itu," kata Purnomo.

Sebelumnya Direktur Jenderal Migas Departemen ESDM Evita Herawati Legowo mengatakan, pada Desember 2008 pemerintah mengantongi Rp 1,2 triliun dari penjualan premium bersubsidi. Angka tersebut, menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, bertambah sepanjang Januari 2009, yaitu Rp 2,06 triliun. "Tapi mulai 17 Februari 2009, premium sudah mulai disubsidi lagi karena harga keekonomiannya lebih tinggi Rp 696 per liter dibandingkan harga jual sekarang," kata Sri Mulyani waktu itu. (Kontan)

Bagaimana menanggapi hal tsb ninetyners....

Ko AFeN "ini mah..permainan politik..."
Yudistira "saya kerja naek sepeda aja ah..."
Wahyuni "waahh..pasti harga gas naik lagi niih.. berarti program pemerintah gagal..."

Iqbal "naik lagi?? kering deehh.."

>hahaha...kering gimana?? ya kita naek sepeda aja biar lebih sehat.. ya gak??

saya bener2 kaget ninetyners... kagek krna apa?? krna emang kaget yang siaran CF cowo'... huaaa.... gedubrakk sayurr...

ya udah sampai ketemu lagi... cee yaaahh.... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar